Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27, Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan (SP BPJSTK) menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Strengthening Indonesia’s Social Security: The Politics of Protection and Social Dialogue in Building the Welfare State”. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT yang tidak hanya bertujuan mempererat solidaritas organisasi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam mendorong penguatan sistem jaminan sosial nasional.
Seminar yang diselenggarakan di Ballroom Plaza BPJAMSOSTEK pada 23 April 2026 tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, serikat pekerja, akademisi, praktisi, serta organisasi pekerja internasional. Forum ini menjadi ruang dialog strategis untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan sistem perlindungan sosial di Indonesia, khususnya dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital.

Kegiatan ini mendapat kehormatan dengan kehadiran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, yang menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya memperluas akses jaminan sosial bagi seluruh pekerja Indonesia, termasuk pekerja sektor informal dan ekonomi digital. Dalam paparannya, Menaker menegaskan bahwa perlindungan sosial harus mampu menjangkau seluruh pekerja tanpa terkecuali sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Selain Menteri Ketenagakerjaan, seminar juga menghadirkan Direktur Utama Saiful Hidayat yang menyampaikan pandangan mengenai tantangan dan arah pengembangan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia. Kehadiran beliau menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas perlindungan bagi pekerja serta memperkuat keberlanjutan program jaminan sosial nasional.

Sebagai bagian dari perspektif internasional, seminar turut menghadirkan Ippei Tsuruga dari International Labour Organization (ILO), Francis Kim Upgi, serta Annie Enriquez Geron. Kehadiran para narasumber internasional memberikan wawasan mengenai praktik-praktik terbaik pengembangan sistem perlindungan sosial dan peran dialog sosial di berbagai negara.

Ketua Umum SP BPJSTK, Achmad Fatahuddin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar internasional ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam berkontribusi terhadap penguatan sistem jaminan sosial nasional melalui dialog yang konstruktif dan berbasis pemikiran.
“Peringatan HUT SP BPJSTK bukan hanya menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi, tetapi juga kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi penguatan perlindungan pekerja di Indonesia. Melalui seminar ini, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif guna menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan sistem jaminan sosial ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Achmad menegaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang memerlukan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pekerja, pemberi kerja, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, perlindungan sosial tidak boleh tertinggal. Semangat itulah yang ingin kami bawa dalam peringatan HUT SP BPJSTK tahun ini, yaitu memperkuat kolaborasi dan menghadirkan gagasan yang dapat mendukung terwujudnya perlindungan yang lebih luas bagi seluruh pekerja Indonesia,” tambahnya.
Seminar internasional ini mendapat perhatian luas dari berbagai media nasional yang menyoroti isu perluasan jaminan sosial, perlindungan pekerja informal, serta penguatan dialog sosial dalam pembangunan negara kesejahteraan.
Beberapa pemberitaan yang dapat dibaca antara lain:
- ANTARA — Perluasan Jaminan Sosial Harus Jangkau Pekerja Informal
- BeritaSatu — Menaker Ingin Jaminan Sosial Juga Cakup Pekerja Informal
- Metro TV News — Menaker: Pekerja Ojek Online hingga ART Harus Terlindungi Jaminan Sosial
- TVOne News — Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Peran Negara sebagai Jangkar Perlindungan Pekerja
Selain media-media tersebut, lebih dari 30 media nasional dan daerah turut memberitakan kegiatan ini, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap penguatan sistem jaminan sosial dan perlindungan pekerja Indonesia.