Rakerwil SP BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur: Serikat Pekerja dan Manajemen Perkuat Dialog, Soroti Kaderisasi dan Pengelolaan Talenta

muswil jatim

Surabaya, 4 September 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Serikat Pekerja (SP) BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 4 September 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengukuhan pengurus DPW Jawa Timur, kemudian dilanjutkan dengan Sarasehan yang mempertemukan unsur Serikat Pekerja dan Manajemen BPJS Ketenagakerjaan dalam forum komunikasi dan dialog.

Sarasehan menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, membahas berbagai isu organisasi, serta membangun kesepahaman atas langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung keberlanjutan organisasi.

Pokok Pembahasan

Berdasarkan pemaparan dan diskusi, dihasilkan tujuh pokok pembahasan:

  1. – Hubungan Serikat Pekerja dan Manajemen.Komunikasi yang konstruktif antara kedua pihak perlu terus diperkuat.
  2. – Regenerasi dan kaderisasi.Perlu menjadi perhatian untuk menjamin keberlanjutan organisasi dan tersedianya calon pemimpin yang kompeten.
  3. – Kontribusi Serikat Pekerja.Serikat Pekerja diharapkan meningkatkan kontribusi dan memperluas peran secara konstruktif, baik di lingkup internal maupun eksternal.
  4. – Pengelolaan sumber daya manusia.Perlu didukung sistem talent management, talent pool, dan succession planning yang lebih optimal.
  5. – Penataan personel.Penataan pada posisi dan grade tertentu perlu mempertimbangkan kompetensi, kebutuhan organisasi, dan ketentuan yang berlaku.
  6. – Aspirasi Serikat Pekerja.Aspirasi menjadi bahan komunikasi dan evaluasi, dengan tetap mempertimbangkan regulasi, kebijakan, kemampuan organisasi, dan keberlanjutan institusi.
  7. – Mekanisme pengajuan dan penyesuaian pendidikan perlu terus dikawal hingga tersusun regulasi dan mekanisme implementasi yang jelas.

Penutup

Seluruh hasil pembahasan menjadi bahan dokumentasi dan tindak lanjut sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku. Melalui Rakerwil dan Sarasehan ini, SP BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur berharap dialog yang konstruktif dengan manajemen terus terjaga demi organisasi yang berkelanjutan.

About the Author